|
Ketika Hilang Cinta Ketika ada biasa saja, ketika tiada begitu berharga. Gambaran inilah yang sering kita rasakan ketika orang yang kita cintai telah pergi meninggalkan kita. Ketika seseorang itu ada, hadir ditengah-tengah kita, kadang kita bersikap biasa-biasa saja. Namun ketika dia telah pergi meninggalkan kita, kadang baru terasa dia sungguh berharga dan bermakna. Kucing Berhaji "Yang tidak berada bersama Tuhan di Mekah,bagaikan berkunjung ke rumah tak berpenghuni,dan yang tak berkunjung ke rumah Tuhantetapi merasakan kehadiran-Nya makaTuhan telah mengunjungi rumahnya”(Pepatah Sufi)Saya pernah membaca dongeng tentang seekor kucing yang berhaji. Tentu, yang namanya dongeng itu kadang tidak masuk akal. Tapi, sepertinya perlu saya ceritakan disini karena yang Ramadhan In Love Kembali masjidku bercahaya
Olehmu wahai wajah tercintaKudengar riuh pada awalnyaBertanya aku pada akhirnyaDi layar kaca, kita bisa saksikan riuh suka menyambut datangnya bulan puasa, ramadhan tahun ini. Lantunan tembang religi mendengung menyejukkan hati, kata-kata hikmah keluar dari mulut para penceramah, sementara sinetron Islami siap untuk diputar ketika ramadhan tiba. Lihatlah, betapa Jangan Gulung Sajadahmu “Jangan buru-buru kau gulung sajadahmu, meski Ramadhan kan berlalu karena ibadah tak kenal waktu” Banyak cara menyentil hati. Seperti kata-kata diatas. Adalah sebuah petikan kalimat dari seorang desain grafis dari Jogjakarta bernama Budi Yuwono. Gambaran lengkapnya, dalam sebuah karya desain grafisnya, digambarkan sebuah sajadah yang digulung, lalu dituliskan petikan kata-kata Ramadhan Cinta
Ramadhan adalah bulan pembuktian cinta.
Ketundukan adalah cinta, kebajikan adalah cinta,
derma adalah cinta, dan menata jiwa lebih dewasa adalah cinta.
Ramadhan, saatnya memberi makna istimewa pada cinta kita
(Anis Matta)
Dan, ramadhan kembali tiba…
Sudah siapkah kita menyambutnya..? Tentu, setiap diri kita punya jawaban masing-masing. Jawaban yang berbeda-beda. Sungguh beruntung mereka |
Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 14:04:17
Ketika ada biasa saja, ketika tiada begitu berharga. Gambaran inilah yang sering kita rasakan ketika orang yang kita cintai telah pergi meninggalkan kita. Ketika seseorang itu ada, hadir ditengah-tengah kita, kadang kita bersikap biasa-biasa saja. Namun ketika dia telah pergi meninggalkan kita, kadang baru terasa dia sungguh berharga dan bermakna. Kitapun menyesal ketika belum bisa melakukan yang terbaik untuknya semasa masih hidup dulu.Saya mempunyai cerita tentang hal ini. Bukan kisah saya, tapi kisah seorang sahabat saya yang kini menetap di Kota Makasar. Saya pertamakali berkenalan dengannya ketika sama-sama menjadi delegasi pada acara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Lingkar Pena (FLP) di
|
Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 14:00:08
"Yang tidak berada bersama Tuhan di Mekah,bagaikan berkunjung ke rumah tak berpenghuni,dan yang tak berkunjung ke rumah Tuhantetapi merasakan kehadiran-Nya makaTuhan telah mengunjungi rumahnya”(Pepatah Sufi)Saya pernah membaca dongeng tentang seekor kucing yang berhaji. Tentu, yang namanya dongeng itu kadang tidak masuk akal. Tapi, sepertinya perlu saya ceritakan disini karena yang terpenting adalah pesan moral yang diusungnya. Dengan mengangkat kembali cerita fabel ini, alangkah indahnya ketika bisa membuat hati kita bercermin. Bagi mereka yang sudah bisa melaksanakan ibadah haji, atau bagi saya dan siapapun yang belum berkesempatan menunaikannya agar kelak haji kita menjadi lebih bermakna. Bagi diri, Tuhan dan sesama.Inti cerita
|
Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 13:53:00
Kembali masjidku bercahaya
Olehmu wahai wajah tercintaKudengar riuh pada awalnyaBertanya aku pada akhirnyaDi layar kaca, kita bisa saksikan riuh suka menyambut datangnya bulan puasa, ramadhan tahun ini. Lantunan tembang religi mendengung menyejukkan hati, kata-kata hikmah keluar dari mulut para penceramah, sementara sinetron Islami siap untuk diputar ketika ramadhan tiba. Lihatlah, betapa para pengelola media itu sudah bersiap-siap menyambut ramadhan beberapa bulan sebelumnya.Lantas kita, apa yang telah kita siapkan…?Satu hal yang pasti adalah rasa cinta senantiasa terbesit dalam diri kita akan datangnya ramadhan kali ini. Bersyukur Allah masih memberikan hembusan nafas gratis bagi kita serta sentuhan iman yang kini masih kita miliki
|
Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 13:40:47
“Jangan buru-buru kau gulung sajadahmu, meski Ramadhan kan berlalu karena ibadah tak kenal waktu” Banyak cara menyentil hati. Seperti kata-kata diatas. Adalah sebuah petikan kalimat dari seorang desain grafis dari Jogjakarta bernama Budi Yuwono. Gambaran lengkapnya, dalam sebuah karya desain grafisnya, digambarkan sebuah sajadah yang digulung, lalu dituliskan petikan kata-kata itu. Sederhana, tapi sanggup membuat kita bercermin lagi tentang ibadah yang selama ini kita jalankan. Seperti kenyataan yang ada, setiap bulan ramadhan masjid-masjid begitu ramai. Orang tua, remaja, anak-anak begitu riuh. Tah hanya saat menjelang buka puasa tiba. Orang-orang juga begitu bersemangat dalam menjalankan ibadah sholat taraweh bersama, mendengarkan kultum
|
Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 13:34:34
Ramadhan adalah bulan pembuktian cinta.
Ketundukan adalah cinta, kebajikan adalah cinta,
derma adalah cinta, dan menata jiwa lebih dewasa adalah cinta.
Ramadhan, saatnya memberi makna istimewa pada cinta kita
(Anis Matta)
Dan, ramadhan kembali tiba…
Sudah siapkah kita menyambutnya..? Tentu, setiap diri kita punya jawaban masing-masing. Jawaban yang berbeda-beda. Sungguh beruntung mereka yang penuh suka cita menyambutnya, dengan perasaan senang karena dipertemukan lagi dengan bulan yang mulia ini. Merugi, mereka yang biasa saja, bermalas-malas menyambutnya, apalagi mereka yang tak senang atau merasa terkekang karenanya. Padahal kalau kita memahaminya, sungguh banyak hikmah yang bisa petik pada setiap ramadhan tiba.
Di dalam hadits Qudsi,
|
| | |